Jenis Film : Drama
Produser : HB Naveen, Frederica
Produksi : Falcon Pictures
Sutradara : Danial Rifki
Produser : HB Naveen, Frederica
Produksi : Falcon Pictures
Sutradara : Danial Rifki
Durasi: 107 menit
Mungkin inilah film yang paling ditunggu ketika Idul Adha tiba. Trailer dan promosinya yang sangat gencar (bahkan proses syutingnya diliput secara ekslusif oleh detikcom) memang sukses membuat penonton penasaran dengan film ini. Apalagi judulnya pun terdengar catchy.
Film ini berkisah tentang Mada (Abimana Aryasatya), seorang pria yang memberontak kepada Tuhan dan orangtuanya atas takdir yang ia terima. Merasa kecewa, Mada memilih untuk berkelana ke Thailand dan hidup bebas sebagai backpacker. Selama di Thailand, Mada tinggal bersama Marbel(Laudya Cynthia Bella), pemijat asal Indonesia. Namun, kehidupan Mada di Thailand berujung pada sebuah masalah besar yang memaksanya untuk kabur ke Vietnam.
Tanpa uang yang cukup, Mada terpaksa bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Vietnam, sebelum akhirnya dengan cara yang tidak terduga sampai ke China dan bertemu dengan Suchun (Laura Basuki), gadis muslim yang merupakan anak dari Imam dari Masjid di Desa tersebut. Pertemuannya dengan Suchun lah yang menjadi titik balik kehidupan Mada.
Lalu apa yang menyebabkan Mada begitu kecewa pada Tuhan?
Jujur, film ini jauh dibawah ekspektasi saya. Konflik yang dihadirkan di film ini terasa kurang dalam. Selain itu, perjalanan Mada untuk mencapai Mekkah pun terkesan lancar-lancar saja bak Bundaran HI pada pukul 02.00 pagi.
Sekali lagi, Danial Rifki gagal memenuhi ekspektasi saya, sebelumnya La Tahzan (2013) pun terkesan hambar. Kualitas akting seluruh pemainnya lah yang menyelamatkan film ini. kredit pantas diberikan kepada Abimana Aryasatya, Dewi Sandra (Sofi), Laudya Cynthia Bella, dan Laura Basuki . Beberapa adegan yang ditampilkan pun untungnya cukup memorable, seperti ketika Mada harus membaca Al-Quran demi menyelamatkan nyawanya sendiri, serta ketika Mada tiba di pemakaman para jamaah haji. Porsi dari Suchun dan Marbel seharusnya lebih besar ketimbang hanya menjadi 'pelengkap; dari perjalanan Mada menuju Tanah Suci). Sebagai Road Movie semi religi, film ini masih layak ditonton karena ada banyak kutipan yang menarik. Setidaknya pesan yang hendak disampaikan masih bisa dicerna dengan baik oleh khalayaknya.
(+) Pemandangan indah tiap negara yang berhasil ditampilkan
(+) Kualitas akting dari Abimana Aryasatya yang mumpuni
(+) Laura Basuki
(+) Dewi Sandra yang Subhanallah
(-) Kebanyakan timelapse yang membuat bosan
(-) CGI balon udara yang mengingatkan saya kepada kualitas grafis dari Suikoden (PSX)
(-) Ending, gitu doang woy?





