Hai karena hari ini adalah hari terakhir di tahun 2014 yang menurut saya begitu melelahkan, saya hendak memberikan beberapa daftar 5 besar Film yang menurut saya terbaik di 2014 ini, mari:
FILM LOKAL:
1. Cahaya Dari Timur
2. Tabula Rasa
3. Pendekar Tongkat Emas
4. Mari Lari
5. The Raid 2 Berandal
Honorable Mention: Bajaj Bajuri
FILM LUAR:
1. Guardians Of The Galaxy
2. X-Men: Days Of Future Past
3. Gone Girl
4. 22 Jump Street
5. Hercules
Honorable Mentions: Stand By Me Doraemon, The Interview, Let's Be Cops, Maze Runners.
Wednesday, December 31, 2014
SIGAPP88: 10 November 2010-31 Desember 2014
Hari ini, adalah hari terakhir #SIGAPP88 mengudara. Banyak banget kenangan gue selama dengerin mereka. Dari mulai ngumpet-ngumpet dengerin mereka setiap pagi sejak kelas 2 SMA, sampe nemenin gue berangkat ke kampus dua tahun terakhir. Dari jamannya mereka masih bertiga (Rico, Surya, Molan, operator Erlan dan produser Jarot), ngeluarin single Sayang Kalian pas ulang tahun pertama. Ganti operator jadi Felix, ganti produser ke Lia terus Mudrikha, siaran di Tebet (FYI, gue pernah dianterin Molan sampe Margonda abis siaran di Tebet karena doi mau syuting ke Depok, ehe) ditinggal Rico Ceper ke Global FM awal tahun ini, ikut ke Trans Studio Bandung bareng mereka (tau menangnya h-1 acara h3h3) sampe mereka bantuin UTS gue kemaren.
Banyak banget deh pokoknya memori gue bersama mereka, mulai dari
dengerin mereka sandiwara radio bareng neneng, wa oji, profesor, uwak,
markus, belang, marzuki, dll. on air di bajaj, mesen makanan secara on
air, wawancara tukang nasi uduk, telpon asal(nelpon pembuat alat pemecah
telor, LOL), masak di studio, karaoke, sampe di komputer gue banyak
file rekaman siaran mereka dari tahun 2012, dan tetep bikin ngakak kalo
didengerin.
Potret kegilaan SIGAPP88 2010-2014:
Nah kalo ini pas gue ikut berangkat bareng mereka ke Trans Studio Bandung pas #SIGAPP88Cabut:
Akhirnya kebersamaan mereka di #SIGAPP88 harus berakhir, mereka bakalan pindah ke MorningZone nya 101,4 Trax FM per 5 Januari 2015 T_T
Yaudah lah ini aja persembahan dari saya pendengar setia kalian dari 2010, good luck di tempat barunya, saya ikutan kok :p
Poster awal SIGAPP88
Potret kegilaan SIGAPP88 2010-2014:
Nah kalo ini pas gue ikut berangkat bareng mereka ke Trans Studio Bandung pas #SIGAPP88Cabut:
Akhirnya kebersamaan mereka di #SIGAPP88 harus berakhir, mereka bakalan pindah ke MorningZone nya 101,4 Trax FM per 5 Januari 2015 T_T
Yaudah lah ini aja persembahan dari saya pendengar setia kalian dari 2010, good luck di tempat barunya, saya ikutan kok :p
Wednesday, October 8, 2014
Review Haji Backpacker (2014): Road Movie Berbau Religi
Jenis Film : Drama
Produser : HB Naveen, Frederica
Produksi : Falcon Pictures
Sutradara : Danial Rifki
Produser : HB Naveen, Frederica
Produksi : Falcon Pictures
Sutradara : Danial Rifki
Durasi: 107 menit
Mungkin inilah film yang paling ditunggu ketika Idul Adha tiba. Trailer dan promosinya yang sangat gencar (bahkan proses syutingnya diliput secara ekslusif oleh detikcom) memang sukses membuat penonton penasaran dengan film ini. Apalagi judulnya pun terdengar catchy.
Film ini berkisah tentang Mada (Abimana Aryasatya), seorang pria yang memberontak kepada Tuhan dan orangtuanya atas takdir yang ia terima. Merasa kecewa, Mada memilih untuk berkelana ke Thailand dan hidup bebas sebagai backpacker. Selama di Thailand, Mada tinggal bersama Marbel(Laudya Cynthia Bella), pemijat asal Indonesia. Namun, kehidupan Mada di Thailand berujung pada sebuah masalah besar yang memaksanya untuk kabur ke Vietnam.
Tanpa uang yang cukup, Mada terpaksa bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Vietnam, sebelum akhirnya dengan cara yang tidak terduga sampai ke China dan bertemu dengan Suchun (Laura Basuki), gadis muslim yang merupakan anak dari Imam dari Masjid di Desa tersebut. Pertemuannya dengan Suchun lah yang menjadi titik balik kehidupan Mada.
Lalu apa yang menyebabkan Mada begitu kecewa pada Tuhan?
Jujur, film ini jauh dibawah ekspektasi saya. Konflik yang dihadirkan di film ini terasa kurang dalam. Selain itu, perjalanan Mada untuk mencapai Mekkah pun terkesan lancar-lancar saja bak Bundaran HI pada pukul 02.00 pagi.
Sekali lagi, Danial Rifki gagal memenuhi ekspektasi saya, sebelumnya La Tahzan (2013) pun terkesan hambar. Kualitas akting seluruh pemainnya lah yang menyelamatkan film ini. kredit pantas diberikan kepada Abimana Aryasatya, Dewi Sandra (Sofi), Laudya Cynthia Bella, dan Laura Basuki . Beberapa adegan yang ditampilkan pun untungnya cukup memorable, seperti ketika Mada harus membaca Al-Quran demi menyelamatkan nyawanya sendiri, serta ketika Mada tiba di pemakaman para jamaah haji. Porsi dari Suchun dan Marbel seharusnya lebih besar ketimbang hanya menjadi 'pelengkap; dari perjalanan Mada menuju Tanah Suci). Sebagai Road Movie semi religi, film ini masih layak ditonton karena ada banyak kutipan yang menarik. Setidaknya pesan yang hendak disampaikan masih bisa dicerna dengan baik oleh khalayaknya.
(+) Pemandangan indah tiap negara yang berhasil ditampilkan
(+) Kualitas akting dari Abimana Aryasatya yang mumpuni
(+) Laura Basuki
(+) Dewi Sandra yang Subhanallah
(-) Kebanyakan timelapse yang membuat bosan
(-) CGI balon udara yang mengingatkan saya kepada kualitas grafis dari Suikoden (PSX)
(-) Ending, gitu doang woy?
Review Tabula Rasa(2014): Makanan Adalah Itikad Baik Untuk Bertemu
Genre: Drama
Release date : 25 September 2014
Directed by : Adriyanto Dewo
Written by : Tumpal Tampubolon
Produced by : Sheila Timothy
Executive Producers : Luki Wanandi, Arpin Wiradisastra, Meiriana Soetoyo, Wandi Wanandi, Herman S. Silalahi
Associate Producer : Vino G. Bastian
Director of Photography : Amalia TS
Editor : Dinda Amanda
Music Director : Lie Indra Perkasa
Art Director : Iqbal Marjono
Sound Designer : Adityawan Susanto
"Makanan adalah itikad baik untuk bertemu."
Tabula Rasa adalah istilah dalam Bahasa Latin yang berarti 'kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru dengan tanpa prasangka', Kondisi inilah yang dialami oleh Hans (Jimmy Kobogau), pemuda asal Serui, Papua yang sebenarnya memiliki cita-cita untuk menjadi pemain sepakbola nasional namun takdir berkata lain. Ia dibuang klub tempatnya bernaung karena enggan membiayai operasi patah kaki yang dialami oleh Hans. Hans pun terpaksa bekerja serabutan dengan menjadi kuli panggul di pasar hingga tidur di jalanan.
Ketika putus asa dan hendak bunuh diri, disinilah ia bertemu dengan Mak (Dewi Irawan) yang hendak belanja ke pasar. Dengan bantuan Natsir (Ozzol Ramdan), Hans pun dibawa ke rumah makan Padang milik Mak yaitu Takana Juo dan disuguhi dengan Gulai Kepala Ikan oleh Mak.
Sayang, kedatangan Hans tidak mendapat sambutan baik dari Parmanto (Yayu Unru), sang juru masak di rumah makan itu. RM Takana Juo yang ternyata memiliki masalah finansial akibat sepinya pengunjung dan kehadiran Rumah Makan Padang yang jauh lebih besar di daerah tersebut. Namun, Mak tetap bersikeras untuk mengajak Hans bekerja di RM Takana Juo, entah sekedar membantu berbelanja ke pasar, atau membereskan rumah makan.
Meskipun jajaran pemeran film ini tidaklah se 'wah' beberapa film lain, namun performa para pemain serta chemistry yang terbangun diantara para pemain di film sungguh memesona saya. Akting Dewi Irawan sebagai Mak dan Jimmy Kobogau sebagai Hans pun patut diacungi jempol. Tema kuliner dan keberagaman yang jarang diangkat ke dalam film pun dapat disampaikan dengan baik oleh Adriyanto Dewo dalam debutnya ini. Anda pun akan dimanjakan dengan pengambilan gambar yang sangat indah di film ini, terutama gambar-gambar makanan yang disuguhkan film ini. Dijamin, anda akan langsung tergugah untuk menyantap makanan Padang.
Saya jelas lebih merekomendasikan film ini ketimbang Annabelle yang menurut pendapat orang buruk. Menurut saya inilah film Indonesia kedua terbaik di 2014 (setelah Cahaya Dari Timur yang bikin saya sesenggukan, tentunya) untuk genre drama. Semoga saja film ini nggak cepet turun dari bioskop.
Rate: 4,5/5.
Saturday, September 27, 2014
Review Maze Runners (2014)
Durasi: 113 Menit.
Sutradara: Wes Ball.
Skenario : Noah Oppenheim, Grant Pierce Myers, T.S. Nowlin
Pemeran : Dylan
O’Brien, Aml Ameen, Ki Hong Lee, Blake Copper, Thomas Brodie-Sangster, Will Poulter, Kaya
Scodelario, Chris Sheffield.
Film ini dimulai ketika seorang remaja berusia 16 tahun, Thomas(Dylan O'Brien), terbangun dan mendapati dirinya berada diantara banyak pemuda di tempat yang tidak ia ketahui. Setelah beberapa hari, Thomas secara perlahan mulai mengenal para anggota kelompok yang menamakan diri mereka sebagai Gladers, seperti Newt(Thomas Brodie-Sangster), Minho(Ki Hong Lee), Chuck(Blake Copper), Gally(Will Poulter), Ben(Chris Sheffield) dan pemimpin mereka yaitu Alby(Aml Ameen).
Mereka terperangkap di sebuah tempat bernama Glade yang dikelilingi labirin raksasa yang setiap harinya berubah. Selama tiga tahun, tidak ada satupun yang pernah menemukan jalan keluar, bahkan tidak ada yang pernah bertahan apabila terperangkap di dalam labirin selama satu malam karena keberadaan Grievers, monster penunggu labirin.
Rasa ingin tahu Thomas yang besar terhadap labirin itu mengantarkannya ke berbagai masalah, dari mulai melanggar aturan ketat Gladers, tidak sengaja membunuh salah satu Griever, hingga terpaksa bermalam di dalam labirin.
Cerita semakin seru ketika Alby disengat Griever dan kedatangan Teresa(Kaya Scodelario) sebagai satu-satunya wanita diantara mereka.
Sanggupkah Thomas bersama para Gladers lainnya menemukan jalan keluar dan siapakah dalang dibalik ini?
Cerita yang diadaptasi dari Novel Best Seller karya James Dashner dan disutradarai oleh Wes Ball. Sekuelnya yang berjudul "The Scorched Trials" kabarnya akan segera diproduksi dan akan dirilis pada 2015 mendatang.
(+) Plot yang menegangkan dan memancing rasa penasaran di sepanjang film.
(+) Sound Effect dan CGI yang lumayan bagus.
(+) Pemeran Teresa.
(-) Ending yang terkesan kurang masuk akal.
(-) Rasa ingin tahu Thomas yang kelewat batas.
(-) Wajah dan alis Gally.
(-) Beberapa plothole kurang penting semisal "bagaimana cara Minho menata rambut spikenya tetap rapi selama tiga tahun??"
Film ini cocok buat anda yang suka dengan film bertemakan survival semacam Divergent atau The Hunger Games(padahal sendirinya gak nonton).
Monday, September 15, 2014
The Internship!
Pada 14 September kemaren, gue baru aja menyelesaikan magang gue di 88,4 Global FM. Lumayan banyak lah pengalaman asik selama 2 bulan magang, dari mulai diajarin bikin script, ikut bukber, bacain info traffic(dan deg-degannya setengah mati cuy ._.) ketemu polwan, serta dapet makanan banyak.
Setiap pagi gue harus dateng jam setengah 7 buat nemenin produser pagi di acara PerGiPagi, Rico Ceper dan Sogi di Pagi Hari. FYI, Sogi dan Ceper itu orangnya asyik banget, apalagi Sogi yang wawasannya luas minta ampun.
Tapi gak selamanya magang itu seneng sih, ada juga pengalaman menyedihkannya, yaitu pas gue ditinggal PD gue cabut ke radio sebelah. Yah semoga aja saya ikut dibawa kesana pas lulus, ehe.
Tanpa banyak congcing, inilah galeri foto saya selama magang.
Setiap pagi gue harus dateng jam setengah 7 buat nemenin produser pagi di acara PerGiPagi, Rico Ceper dan Sogi di Pagi Hari. FYI, Sogi dan Ceper itu orangnya asyik banget, apalagi Sogi yang wawasannya luas minta ampun.
22th Jump Street cabang MNC Tower.
PD keren kita, bang Radit.
Eh salah...
Subscribe to:
Comments (Atom)




































