Monday, February 22, 2016

Test

Thursday, February 11, 2016

Deadpool (2016)

Deadpool 
(2016 - 20th Century Fox & Marvel Enterprises)
Director: Tim Miller
Screenplay: Rhett Rees & Paul Wernick
Cast: Ryan Reynolds, Morena Baccarin, T.J. Miller, Ed Skrein, Brianna Hildebrand, Gina Carano, Michael Benyaer, Stefan Kapicic, Karan Soni.


Sebagai pembuka parade film superhero yang akan tayang di layar lebar tahun ini, Deadpool berhasil menetapkan standar tinggi bagi film superhero lainnya. Paduan unsur aksi dan humor (yang sangat kasar) berhasil diramu dengan baik oleh Tim Miller di film yang berdurasi 108 menit ini.

Bercerita tentang mantan anggota pasukan khusus yang kini menjadi seorang mercenary(tentara bayaran) yaitu Wade Wilson (Ryan Reynolds) yang didiagnosa menderita kanker sehingga terpaksa meninggalkan kekasihnya Vanessa (Morena Baccarin) demi mengikuti proses penyembuhan yang dilakukan oleh Ajax (Ed Skrein). Namun, proses penyembuhan tersebut malah merusak seluruh tubuh termasuk wajahnya. Atas alasan tersebut, Wilson menuntut balas terhadap Ajax atas kerusakan yang terjadi pada tubuhnya.

Dengan premis sesederhana itu, Tim Miller berhasil membuat hiburan yang berhasil memuaskan para penggemar Deadpool yang sudah menunggu sejak tahun 2014. Ryan Reynolds, yang sebelumnya memerankan Wade Wilson di X-Men Origins: Wolverine berhasil menghidupkan karakter tersebut layaknya Robert Downey Jr. dalam memerankan Tony Stark di Marvel Cinematic Universe. Morena Baccarin(yang sekilas mengingatkan saya kepada Famke Janssen) juga  amat manis dalam memerankan Vanessa. 

Humor yang ditampilkan pun berhasil membuat seisi teater tempat saya menonton tertawa, dari referensi mengenai The Avengers & Green Lantern (yang juga diperankan oleh Ryan Reynolds pada tahun 2011), joke Sinead O'Connor, interaksi dengan sopir taksi yang ia tumpangi, 'cameo' singkat Hugh Jackman, breaking the 4th wall (seperti yang dilakukan di komik), hingga menyebutkan Batman & Robin di dialognya, semua berhasil dilahap dengan baik oleh para penonton.

Namun bukan berarti film ini tidak memiliki kekurangan, menurut saya Blind Al dan Weasel seharusnya mendapat porsi screen time lebih, terutama Blind Al yang meskipun singkat, penampilannya berhasil mencuri perhatian. Selain itu villain yang ditampilkan pun terkesan tidak terlalu kuat. (mau nanya, itu Angel Dust akhirnya kemana?).
 
Sebagai sebuah film, Deadpool adalah film yang sangat menghibur dan cukup memorable, dan pada akhirnya, film ini tidak hanya menyelamatkan karakter Deadpool (yang memungut kepalanya sendiri di after credit scene X-Men Origins: Wolverine), tapi juga menyelamatkan wajah 20th Century Fox yang sebelumnya tercoreng dengan buruknya Fantastic Four (2015) yang mendapat tanggapan negatif dari para fans. Well, good luck untuk Batman V Superman: Dawn of Justice, Captain America Civil War, X-Men Apocalypse, Suicide Squad, dan Dr. Strange, kalian punya standar tinggi yang harus dilewati.


RATING: 9/10 


Bonus untuk kalian
.
.
.
.
.
.
TADAA